Twitter Slider
forex trading logo

Pada tahun 2010 SMA Negeri 1 Banda Aceh ditetapkan sebagai salah satu dari 132 sekolah model di Indonesia yang dianggap memenuhi syarat dan mampu mencapai 8 Standar Nasional Pendidikan.



Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/media/plg_myFlickr/cache) is not within the allowed path(s): (/home/smanb011/:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php:/var/cpanel/php/sessions:/tmp) in /home/smanb011/public_html/plugins/content/myFlickr/includes/JG_Cache.class.php on line 22

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/media/plg_myFlickr/cache) is not within the allowed path(s): (/home/smanb011/:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php:/var/cpanel/php/sessions:/tmp) in /home/smanb011/public_html/plugins/content/myFlickr/includes/JG_Cache.class.php on line 59

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/media/plg_myFlickr/cache) is not within the allowed path(s): (/home/smanb011/:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php:/var/cpanel/php/sessions:/tmp) in /home/smanb011/public_html/plugins/content/myFlickr/includes/JG_Cache.class.php on line 22

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect. File(/media/plg_myFlickr/cache) is not within the allowed path(s): (/home/smanb011/:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php:/var/cpanel/php/sessions:/tmp) in /home/smanb011/public_html/plugins/content/myFlickr/includes/JG_Cache.class.php on line 59
Wednesday, 14 May 2014 04:04

Cooperative Learning Sebagai Model Pembelajaran yang Ideal dalam Kurikulum 2013 Featured

Written by 
Rate this item
(0 votes)

pak khairurazi

Oleh,

Khairurrazi, S.Pd., M.Pd.

(Kepala SMAN 1 Banda Aceh)

 

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal itu dilakukan semata-mata untuk perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan karena KTSPdianggap belum dapat mencapai harapan yang diinginkan sehingga perlu adanyarevitalisasi kurikulum. Usaha tersebut mesti dilakukan demi menciptakan generasi masa depan berkarakter, yang memahami jati diri bangsanya dan menciptakan anak yang unggul, mampu bersaing di dunia internasional.  Hal lain yang ikut melatarbelakngi lahirnya kurikulum 2013 adalah standar proses pembelajaran yang belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru. Ditambah pula belum peka dan tanggapnya kurikulum yang ada terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupuninternasional. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangansoft skillsdanhard skills,kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.

Hal itu menyebabkan hasil pembelajaran berbagai mata pelajaran selama ini pada umumnya didapati masih kurang memuaskan. Pembelajaran yang hanya sekadar berorientasi kepada ranah kognitif semata, kurang mengembangkan aspek imtak, intelektual, emosional, sosial, dan budaya. Kebanyakan kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru. Biasanya guru lebih banyak menghabiskan waktu untuk berceramah. Sebaliknya, kurang memberdayakan siswa agar aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Guru lebih mendominasi atau menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Selain itu, proses pembelajaran yang selama ini terjadi pada umumnya lebih bersifat individual dan kompetitif. Akhirnya, jawaban siswa yang relatif kurang berkualitas cenderung dianggap sebagai kemampuan yang maksimal dalam pembelajaran tersebut.

Pembelajaran secara individual dan kompetitif bukanlah pembelajaran yang tepat pada zaman sekarang. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya: (1) pengetahuan sekadar ditransfer dari guru kepada siswa, (2) siswa pada umumnya bersifat pasif, (3) guru menjadi satu-satunya sumber yang utama, (4) proses dan hasil belajar ditekankan pada kemajuan individu dan bersifat kompetitif, (5) di dalam kelas guru merupakan satu-satunya orang yang mengajar, (6) suasana kelas cenderung sepi, pasif, dan terisolasi, dan (7) guru menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan di atas, jelaslah bahwa pembelajaran individual dan kompetitif  lebih berpusat pada guru kurang tepat diterapkan dewasa ini, karena tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat dan berdiskusi. Akibatnya pembelajaran tidak mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi serta mengaitkan materi dengan imtak, nilai-nilai, dan  berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari.

Pola pembelajaran yang bersifat individual dan kompetitif serta lepas kaitannya dari imtak, nilai-nilai, dan berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari, sudah saatnya ditinggalkan. Hal ini karena dalam pembelajaran pola ini menyebabkan siswa yang pandai semakin maju sementara siswa lemah semakin tertinggal. Tidak jarang pula siswa yang pandai cenderung menurun hasil belajarnya. Sementara itu, pembelajaran kompetitif membut siswa berusaha menjadi yang terbaik dengan harapan agar siswa yang lain tertinggal. Selain itu, pembelajaran terasa kurang bermakna karena tidak dikaitkan dengan imtak, nilai-nilai, dan berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari yang menjadi sandaran pendidikan nasional.

Terkait dengan hal itu, Slavin  (1995:3) juga menengarai bahwa belajar individual dan kompetitif memiliki beberapa kelemahan, yaitu; kompetisi siswa kadang-kadang tidak sehat. Sebagai contoh jika seorang siswa menjawab pertanyaan guru, siswa yang lain berharap agar jawaban tersebut salah; siswa yang berkemampuan rendah akan kurang termotivasi; siswa berkemampuan sedang akan sulit untuk sukses dan semakin tertinggal; dan dapat membuat frustasi siswa lainnya.

Cooperative Learning Identik dengan Belajar Berkelompok

Akan halnya kurikulum 2013, ia berbasis kompetensi; berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal,memiliki minat luas mengenai hidup, memiliki kesiapan untuk bekerja, dan memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya.

Untuk itu, salah satu solusi memperbaiki kelemahan pembelajaran untuk meyahuti tantangan kurikulum 2013, adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Belajar kooperatif bukanlah suatu hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sebagai guru dan mungkin sebagai siswa, kita pernah menggunakannya atau mengalaminya. Sebagai contoh saat bekerja dalam laboratorium. Dalam belajar kooperatif, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 atau 5 orang untuk bekerja sama dalam menguasai materi yang diberikan guru. Kelompok belajar kooperatif adalah kelompok yang dibentuk dengan tujuan untuk memaksimalkan belajar antara siswa. Setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab mereka terhadap kontribusi dalam usaha mencapai tujuan dan bantuan untuk anggota yang membutuhkan.

Pembelajaran dengan model kooperatif memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: 1) ilmu dapat diperoleh secara bersama-sama dalam kelompok, 2) setiap anggota kelompok belajar secara aktif, 3) guru bisa lebih aktif dengan peran sebagai model, sumber, konsultan, dan fasilitator 4) proses dan hasil pembelajaran ditekankan pada kerja sama dan kebersamaan, 5) setiap siswa berperan sebagai pengajar, 6) situasi pembelajaran menyenangkan, 7) setiap siswa bertanggung jawab terhadap kemajuan belajarnya sendiri dan kemajuan kelompoknya.

Keunggulan lainnya dari Pembelajaran model kooperatif adalah karena. Siswa akan memiliki tanggung jawab secara individual terhadap kemajuan belajarnya dan kemajuan kelompok.  Anggota kelompoknya akan bersifat hoterogen, yakni terdiri atas berbagai ras, etnis, agama, kemampuan, dan jenis kelamin. Ketua kelompoknya dapat berganti sesuai dengan kesepakatan kelompok, anggota kelompok saling memberi tanggapan. Pembelajaran dalam kelompok lebih berorientasi kepada proses. Guru berperan aktif mengarahkan siswa untuk menciptakan kelancaran proses untuk belajar keterampilan, Selain itu yang teramat penting adalah siswa bekerja sama dalam kelompok, saling membantu, dan mengalami secara langsung proses kerja sama dalam belajar.

                                                                                                                    

Banyak keuntungan kelebihan yang dapat diperoleh dari belajar kooperatif, di antaranya (1) dapat meningkatkan kemajuan belajar siswa, dan hasil belajar yang dicapai lebih tinggi dibandingkan dengan belajar individual dan kompetitif, (2) dapat meningkatkan daya pikir, memperoleh kedalaman tingkat pengetahuan, dan menciptakan kemampuan berpikir kritis, (3) mengembangkan sikap positif terhadap pelajaran, sekolah, dan pembelajaran secara umum, (4) lebih mementingkan tugas dan dapat menghilangkan sikap suka mengganggu teman, (5) dapat meningkatkan motivasi belajar, (6) mendorong siswa untuk memperhatikan orang lain, (7) dapat meningkatkan kemampuan bekerja dan menyelesaikan masalah secara bersama, (8) dapat mengembangkan rasa sosial, (9) menumbuhkan rasa penghargaan terhadap gaya belajar teman, (10) dapat menumbuhkan percaya diri dan rendah hati, dan (11) memberikan kesehatan jiwa, penyesuaian diri dan ketentraman belajar, serta (12) dapat meningkatkan keterampilan sosial dan hubungan antarpribadi( Eanes, 1997:135).

Model-model pembelajaran yang termasuk dalam kelompok belajar kooperatif  di antaranya adalah penyelidikan kelompok, Jigsaw, Student Teams Achievement Divisions(STAD),Skrip kooperatif, pembelajaran berdasarkan masalah (problem based introduction), mencari pasangan (make a macth), debat, grup investigasi, kooperatif terpadu membaca dan menulis, dan lain-lain. Model-model belajar jenis ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya  berfokus pada penyelidikan terhadap suatu topik atau konsep, menyediakan kesempatan kepada siswa untuk membentuk atau memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bermakna mengenai topik yang sedang dipelajari, efektif membantu siswa untuk bekerja sama dalam kelompok dengan latar belakang berbeda baik dari segi ras, etnis, kemampuan, jenis kelamin, maupun status sosial, dan menyediakan suatu konteks sehingga siswa dapat belajar mengenai dirinya sendiri, orang lain, lingkungan, maupun kebudayaannya (Eggen & Kauchak, 1998:304).

Belajar kooperatif diyakini dapat meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya dalam mengapresiasi serta mengaitkan materi pelajaran dengan imtak, dan nilai-nilai sebagai upaya menyahuti kurikulum 2013 yang berbasis kompentensi dan kontekstual. Pembelajaran yang seperti ini dirasakan menarik, bervariasi, dan menyenangkan, serta bermakna bagi anak didik

DAFTAR BACAAN

Eggen, P.D & Kauchak, P.P. 1996. Strategis for Teachers: Teaching Content and Thinking Skils. Boston: Allyn & Bacon.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F. , M., dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Ibrahim, M & Nur, M. 2000. Pengajaran Berdasarkn Pemecahan Masalah. Surabaya: Unesa University Press.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F. , M., dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Johnson, D.W & Johnson, R.T. 1994. Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning, four adition. Massachusets: Allyn & Bacon.

Johnson, D.W & Johnson, R.T. 1994. Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning, four adition. Massachusets: Allyn & Bacon.

Kurikulum 2006. BSNP Jakarta,

Sakvin, R.E. 1995. Cooperative Learning, second adition. Massachusts, Boston: Allyn & Bacon.

Sakvin, R.E. 1995. Cooperative Learning, second adition. Massachusts, Boston: Allyn & Bacon.

 

Read 7906 times Last modified on Thursday, 15 May 2014 01:27
More in this category: « GURU DAN SERTIFIKASI

2 comments

  • Comment Link iwan Wednesday, 14 May 2014 16:38 posted by iwan

    terimakasih, semoga artikel ini bisa menjadi wawasan untuk implementasi kurikulum 2013

    Report
  • Comment Link naufal Thursday, 04 June 2015 08:51 posted by naufal

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai konsep pembelajaran ini.
    Sungguh sangat menginspirasi saya metode pembelajaran ini.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai proses pembelajaran yang bisa anda kunjungi di

    Report

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.


Copyright © 2016 SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh. All Rights Reserved.