Twitter Slider
forex trading logo

Pada tahun 2010 SMA Negeri 1 Banda Aceh ditetapkan sebagai salah satu dari 132 sekolah model di Indonesia yang dianggap memenuhi syarat dan mampu mencapai 8 Standar Nasional Pendidikan.


Monday, 29 July 2013 00:00

LMS SMAN 1 Banda Aceh

lms sman1 screenshoot

 

Layanan Learning Management System (LMS) SMAN 1 Banda Aceh untuk saat ini hanya dapat diakses oleh warga sekolah pada jaringan lokal atau HOTSPOT SMAN 1 Banda Aceh dengan alamat http://20.20.20.2. Layanan ini terdiri dari:

  • Buku Tamu;
  • Absensi (Senayan);
  • Informasi Nilai (Sinisa);
  • Belajar Online (Moodle);
  • SMANSA Wiki (Mediawiki);
  • Pustaka Online (Slims5);
  • Smansa Book;
  • IntraMail;
  • Data Digital;
  • Virtual Lab.

Untuk mendapatkan Username dan Password HOTSPOT silahkan menghubungi admin.

 

 

Published in Uncategorised
Friday, 27 September 2013 09:55

Acara Pelepasan Keberangkatan Haji Ibu Rukiah

Banda Aceh. Keluarga besar SMAN 1 mengadakan acara pelepasan ibadah Haji Ibu Rukiah, S.Pd pada hari kamis (26/9).Acara yang dilaksanakan di ruang pertemuan SMAN 1 dimulai pada pukul 11.00 WIB.

Hadir pada acara ini para Guru, Staf, Alumni, perwakilan OSIS serta tamu kehormatan Bapak Ali Bakri yang merupakan mantan kepala SMAN 1 (Periode 1972 s.d. 1978).

Pak Mukhlis selaku Waka. Humas membuka acara dan menyampaikan permohonan maaf karena acaranya dibuat mendadak hal ini disebabkan baru beberapa hari lalu mengetahui kepastian keberangkatan Ibu Rukiah.

Kepala SMAN 1 Banda Aceh Bapak Khairurrazi dalam sambutannya, meminta maaf lahir dan batin secara pribadi dan mewakili keluarga besar SMAN 1. Bapak Kepala sekolah juga meminta kepada Ibu Rukiah agar didoakan untuk melaksanakan Ibadah ke Baitullah.

Dalam penyampaian sepatah dua patah kata, Bu Rukiah mengungkapkan rasa bersyukur kepada Allah telah diberi kesempatan tahun ini untuk berhaji. "Pada tahun ini saya tidak mendapat jatah berhaji karena ada pengurangan kuota oleh Panitia Haji. Saya sangat kecewa serta ditambah lagi mendapatkan cobaan dan kekecewaan terhadap beberapa aktifitas pekerjaan. Saya terus berdoa agar saya diberi kesempatan untuk beribadah Haji. Alhamdulillah, tiba-tiba beberapa hari lalu saya dipanggil oleh Depag untuk mengurus persiapan keberangkatan kloter ke-7", ungkapnya haru.

Tausyiah dalam acara ini disampaikan oleh Ustadz Ridwan Qari yang berpesan bahwa puncak akhlakul karimah adalah dalam ibadah Haji. Beliau juga menyampaikan bahwa ibadah Haji bukanlah segala-galanya bagi kita. "Namun, ada ibadah lain yang terus-menerus akan bernilai ibadah yaitu berkarya amal jariyah seperti amaliyah para guru", ungkapnya dalam menjelaskan QS. Ash-Shu`ara' ayat 84.

Acara ini berakhir menjelang dhuhur ditutup dengan doa dan Salam-salaman. [IW]

Published in Berita
Saturday, 28 September 2013 04:10

Wawancara Eksklusif Bersama Kepala Sekolah

khairurrazis.pd.m.pd

Disela-sela waktu luang, Tim Wartawan Sekolah (TWS) Jeumpa Puteh sempat mewawancarai Bapak Kepala Sekolah Khairurrazi,M.Pd di ruangnya. Tim Wartawan Sekolah bertanya seputar sekolah dan hal-hal lain yang terkait. Berikut adalah kutipan wawancara tersebut.

TWS: Sebenarnya apa yang beda dengan Kurikulum 2013 yang mulai berlaku sekarang ini?
Kepsek: Kurikulum 2013 ini sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya, kurikulum KTSP. Kurikulum yang lalu lebih ke pengetahuan atau kogntif. Namun, afektif dan psikomotorik ada tapi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Jadi pada kurikulum yang sekarang disempurnakan sehingga afektif dan psikomotorik dapat lebih aktif. Juga pada kurikulum baru ini akan ada kompetisi dasar atau kompetisi inti sehingga semua akan menyadari keberadaannya sebagai hamba, makhluk Tuhan. Kurikulum sekarang kurikulum yg berbasis karakter. Dulu penjurusan sekarang peminatan berdasarkan minat dan diskusi bersama keluarganya, matematika sains atau IPS. Bebas memilih dan dapat memilih pelajaran tambahan. Nanti ada pendalaman minat
dan lintas minat. Pendalaman minat menurut peminatan yg dipilih namun lintas minat bebas memilih pelajaran.

TWS: Sejauh ini seberapa efektif kurikulum tersebut telah diterapkan di SMA Negeri 1 Banda Aceh?
Kepsek: Pada dasarnya segala aspek, baik guru, siswa maupun fasilitas lainnya belum siap untuk mengganti kurikulum baru. Jadi terkesan siswa sebagai kelinci percobaan. Sekolah kita telah ditetapkan sebagai pilot project untuk melaksanakan kurikulum itu. Dibanda aceh ada 4 sekolah Negeri yg menjalankan SMAN 1, 2, 3, 4 dan 1 sekolah swasta yaitu Labschool. Fasilitas belum cukup, namun tetap dijalankan apa adanya dan sambil membenah sehingga lebih baik. Untuk saat ini yang dijalankan pada kelas X.

TWS: Kendala yg dihadapi guru dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini ?

Kepsek: Guru belum menguasai sepenuhnya, pembelajaran yang dilakukanpun belum sempurna. Karena kurikulum sekarang siswalah yg lebih aktif tapi gurupun harus juga lebih. Jika dikira-kira baru 10% berjalan dan masih belum efektif.

TWS: Beralih ke pertanyaan lainnya pak, Bagaimana tentang renovasi sekolah yang sudah mulai di publish sekarang ini?
Kepsek: Jika dilihat ini merupakan sekolah tertua di Aceh, yang telah melahirkan ribuan pemimpin-pemimpin nasional bahkan internasional. Tapi sekolah kita tetap aja begini, jadi Bapak mencoba melengkapi fasilitas dan memberikan kenyamanan bagi siswa sehingga semuanya dapat merasa nyaman dengan sekolah nantinya. Bapak juga menegaskan bahwa nantinya sekolah ini akan direvitalisasi yaitu dibangun kembali. Di mana bangunan yang masih bagus dipertahankan, dan nantinya akan dibuat dalam bentuk letter u 3 lantai. Diperkirakan sekitar sekitar 2 sampai 5 tahun akan rampung.

TWS: Seberapa jauhkah rencana tersebut sudah mulai dijalankan pak?
Kepsek: Sekarang sedang berlangsung tahap pembebasan tanah di belakang sekolah, kurang lebih 2000 meter, dan surat mengenai pembebasan tersebut telah masuk ke pemerintah dan gubernur untuk menunggu persetujuan. Kita juga menerima donasi dari pihak donatur baik alumni, wali siswa bahkan dari siapa saja yang mau membantu.

TWS: Bagaimana dengan pendidikan agama dan program diniyah yang sudah diterapkan di sekolah ini?
Kepsek: Untuk pendidikan agama kita telah mulai mengadakan pembinaan karakter siswa, rencana pendidikan fardhu kifayah, cinta al`quran setiap pagi saat akan belajar dengan harapan siswa nantinya menjadi karakter yang Islami

Sedangkan untuk diniyah merupakan program yang sangat bagus. Saya ingin pengelolaannya pun harus profesional dan tidak terjadi khilafiah yang menyebabkan terjadi benturan.


TWS: Sedangkan dalam hal Teknologi, sudah sejauh mana hal tersebut diterapkan pak?
Kepsek: Ya, untuk hal itu sudah diterapkannya cyber school dengan adanya fasilitas wifi sekolah. Walau demikian kami tetap terus memantau dan mengarahkan mereka agar memanfaatkan fasilitas tersebut ke arah positif. Selain itu disetiap kelas kini sudah dilengkapi dengan fasilitas infokus, sehingga memudahkan setiap pembelajaran melalui media tersebut.

TWS: Tanggapan Bapak atas keikutsertaan SMA Negeri 1 Banda Aceh dalam lomba website yang diadakan oleh Tekkomdik Aceh?
Kepsek: SMA 1 memang indentik dengan pemanfaatan internet bahkan pernah menjadi juara dalam lomba desain web sekolah. Bapak harap prestasi ini harus diukir kembali dan lebih membanggakan.

TWS: Terakhir, harapan Bapak kedepannya untuk Komunitas IT dan Wartawan Sekolah ini pak?
Kepsek: Jadi dengan adanya komunitas IT dan Wartawan Sekolah diharapkan setiap siswa bisa mempunyai blog sendiri yg di dalamnya memuat berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan sehingga dapat berbagi ilmu dengan para pembaca blog di berbagai dunia. Sekali lagi saya optimis siswa SMA N 1 Banda Aceh bisa berhasil. [TIm Redaksi]

Published in Bincang-Bincang
Monday, 30 September 2013 16:39

Publikasi Ilmiah Guru 2013

Nama: Rukiah, S.Pd. Judul: Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas X – 5 Materi Atletik Lompat Jauh Melalui Metode Demontrasi Pelajaran Penjasorkes pada SMA Negeri 1 Banda Aceh Dimuat pada: Jurnal Pelita Pendidikan, Vol. 1, Nomor 2, Edisi Mei 2013

Nama: Safiruddin, M.Pd. Judul: Peningkatan Hasil Belajar Trigonometri Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Berbantukan Lembar Kerja Siswa (LKS) Pada Siswa Kelas XI SMA N 1 Banda Aceh Dimuat pada: Jurnal Pelita Pendidikan, Vol. 1, Nomor 1, Edisi Maret 2013

 

Published in Ilmiah
Friday, 04 October 2013 09:23

"Selamat Berbahagia" Bapak Fahrijal

PERNIKAHANKami keluarga besar SMA Negeri 1 Banda mengucapkan Selamat Atas Pernikahannya Bapak Fahrijal (Guru TIK SMAN 1 Banda Aceh), pada Hari Minggu tanggal 1 September 2013 di Mesjid Raya Baiturrahman pukul 09.30 WIB.

Semoga menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah dan kekal sampai ke anak cucu. Amien!

Published in Berita
Saturday, 12 October 2013 18:26

Info Libur Sekolah Idul Adha 1434 H

Berdasarkan kalender pendidikan T.A 2013-2014 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, libur Idul Adha dimulai pada tanggal 14 Oktober S.d. 19 Oktober 2013. Seluruh aktifitas belajar mengajar dimulai pada tanggal 21 Oktober 2013. Demikian informasi ini disampaikan, semoga bermanfaat.

Published in Pengumuman
Saturday, 11 January 2014 03:12

Guru SMAN 1 Ikuti Pelatihan Kurikulum 2013

JPNews. Banda Aceh. Seluruh guru SMAN 1 mengikuti pelatihan kurikulum 2013 di ruang guru sekolah (9-10/1). Pelatihan yang dilaksanakan selama 2
hari yaitu Kamis dan Jumat merupakan serangkaian kegiatan pemantapan pelaksanaan kurikulum baru tersebut.

Selama dua hari, guru mendapatkan materi seputar penilaian dan pembuatan RPP yang disampaikan oleh Ibu Syarfati dan Bapak M. Toha.

Pada hari pertama Ibu Syarfati secara spesifik menjelaskan tentang penilaian yang berjumlah 10 bentuk penilaian. Penilaian tersebut meliputi
aspek sikap sebanyak 4 bentuk,aspek pengetahuan 3 bentuk dan aspek ketrampilan 3 bentuk.

Sedangkan pada hari kedua guru mendapatkan materi tentang pembuatan RPP yang disampaikan oleh Bapak M. Toha. [iw]

Published in Berita

pak khairurazi

Oleh,

Khairurrazi, S.Pd., M.Pd.

(Kepala SMAN 1 Banda Aceh)

 

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal itu dilakukan semata-mata untuk perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan karena KTSPdianggap belum dapat mencapai harapan yang diinginkan sehingga perlu adanyarevitalisasi kurikulum. Usaha tersebut mesti dilakukan demi menciptakan generasi masa depan berkarakter, yang memahami jati diri bangsanya dan menciptakan anak yang unggul, mampu bersaing di dunia internasional.  Hal lain yang ikut melatarbelakngi lahirnya kurikulum 2013 adalah standar proses pembelajaran yang belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru. Ditambah pula belum peka dan tanggapnya kurikulum yang ada terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupuninternasional. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangansoft skillsdanhard skills,kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.

Hal itu menyebabkan hasil pembelajaran berbagai mata pelajaran selama ini pada umumnya didapati masih kurang memuaskan. Pembelajaran yang hanya sekadar berorientasi kepada ranah kognitif semata, kurang mengembangkan aspek imtak, intelektual, emosional, sosial, dan budaya. Kebanyakan kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru. Biasanya guru lebih banyak menghabiskan waktu untuk berceramah. Sebaliknya, kurang memberdayakan siswa agar aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Guru lebih mendominasi atau menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Selain itu, proses pembelajaran yang selama ini terjadi pada umumnya lebih bersifat individual dan kompetitif. Akhirnya, jawaban siswa yang relatif kurang berkualitas cenderung dianggap sebagai kemampuan yang maksimal dalam pembelajaran tersebut.

Pembelajaran secara individual dan kompetitif bukanlah pembelajaran yang tepat pada zaman sekarang. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya: (1) pengetahuan sekadar ditransfer dari guru kepada siswa, (2) siswa pada umumnya bersifat pasif, (3) guru menjadi satu-satunya sumber yang utama, (4) proses dan hasil belajar ditekankan pada kemajuan individu dan bersifat kompetitif, (5) di dalam kelas guru merupakan satu-satunya orang yang mengajar, (6) suasana kelas cenderung sepi, pasif, dan terisolasi, dan (7) guru menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan di atas, jelaslah bahwa pembelajaran individual dan kompetitif  lebih berpusat pada guru kurang tepat diterapkan dewasa ini, karena tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat dan berdiskusi. Akibatnya pembelajaran tidak mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi serta mengaitkan materi dengan imtak, nilai-nilai, dan  berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari.

Pola pembelajaran yang bersifat individual dan kompetitif serta lepas kaitannya dari imtak, nilai-nilai, dan berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari, sudah saatnya ditinggalkan. Hal ini karena dalam pembelajaran pola ini menyebabkan siswa yang pandai semakin maju sementara siswa lemah semakin tertinggal. Tidak jarang pula siswa yang pandai cenderung menurun hasil belajarnya. Sementara itu, pembelajaran kompetitif membut siswa berusaha menjadi yang terbaik dengan harapan agar siswa yang lain tertinggal. Selain itu, pembelajaran terasa kurang bermakna karena tidak dikaitkan dengan imtak, nilai-nilai, dan berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari yang menjadi sandaran pendidikan nasional.

Terkait dengan hal itu, Slavin  (1995:3) juga menengarai bahwa belajar individual dan kompetitif memiliki beberapa kelemahan, yaitu; kompetisi siswa kadang-kadang tidak sehat. Sebagai contoh jika seorang siswa menjawab pertanyaan guru, siswa yang lain berharap agar jawaban tersebut salah; siswa yang berkemampuan rendah akan kurang termotivasi; siswa berkemampuan sedang akan sulit untuk sukses dan semakin tertinggal; dan dapat membuat frustasi siswa lainnya.

Cooperative Learning Identik dengan Belajar Berkelompok

Akan halnya kurikulum 2013, ia berbasis kompetensi; berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal,memiliki minat luas mengenai hidup, memiliki kesiapan untuk bekerja, dan memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya.

Untuk itu, salah satu solusi memperbaiki kelemahan pembelajaran untuk meyahuti tantangan kurikulum 2013, adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Belajar kooperatif bukanlah suatu hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sebagai guru dan mungkin sebagai siswa, kita pernah menggunakannya atau mengalaminya. Sebagai contoh saat bekerja dalam laboratorium. Dalam belajar kooperatif, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 atau 5 orang untuk bekerja sama dalam menguasai materi yang diberikan guru. Kelompok belajar kooperatif adalah kelompok yang dibentuk dengan tujuan untuk memaksimalkan belajar antara siswa. Setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab mereka terhadap kontribusi dalam usaha mencapai tujuan dan bantuan untuk anggota yang membutuhkan.

Pembelajaran dengan model kooperatif memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: 1) ilmu dapat diperoleh secara bersama-sama dalam kelompok, 2) setiap anggota kelompok belajar secara aktif, 3) guru bisa lebih aktif dengan peran sebagai model, sumber, konsultan, dan fasilitator 4) proses dan hasil pembelajaran ditekankan pada kerja sama dan kebersamaan, 5) setiap siswa berperan sebagai pengajar, 6) situasi pembelajaran menyenangkan, 7) setiap siswa bertanggung jawab terhadap kemajuan belajarnya sendiri dan kemajuan kelompoknya.

Keunggulan lainnya dari Pembelajaran model kooperatif adalah karena. Siswa akan memiliki tanggung jawab secara individual terhadap kemajuan belajarnya dan kemajuan kelompok.  Anggota kelompoknya akan bersifat hoterogen, yakni terdiri atas berbagai ras, etnis, agama, kemampuan, dan jenis kelamin. Ketua kelompoknya dapat berganti sesuai dengan kesepakatan kelompok, anggota kelompok saling memberi tanggapan. Pembelajaran dalam kelompok lebih berorientasi kepada proses. Guru berperan aktif mengarahkan siswa untuk menciptakan kelancaran proses untuk belajar keterampilan, Selain itu yang teramat penting adalah siswa bekerja sama dalam kelompok, saling membantu, dan mengalami secara langsung proses kerja sama dalam belajar.

                                                                                                                    

Banyak keuntungan kelebihan yang dapat diperoleh dari belajar kooperatif, di antaranya (1) dapat meningkatkan kemajuan belajar siswa, dan hasil belajar yang dicapai lebih tinggi dibandingkan dengan belajar individual dan kompetitif, (2) dapat meningkatkan daya pikir, memperoleh kedalaman tingkat pengetahuan, dan menciptakan kemampuan berpikir kritis, (3) mengembangkan sikap positif terhadap pelajaran, sekolah, dan pembelajaran secara umum, (4) lebih mementingkan tugas dan dapat menghilangkan sikap suka mengganggu teman, (5) dapat meningkatkan motivasi belajar, (6) mendorong siswa untuk memperhatikan orang lain, (7) dapat meningkatkan kemampuan bekerja dan menyelesaikan masalah secara bersama, (8) dapat mengembangkan rasa sosial, (9) menumbuhkan rasa penghargaan terhadap gaya belajar teman, (10) dapat menumbuhkan percaya diri dan rendah hati, dan (11) memberikan kesehatan jiwa, penyesuaian diri dan ketentraman belajar, serta (12) dapat meningkatkan keterampilan sosial dan hubungan antarpribadi( Eanes, 1997:135).

Model-model pembelajaran yang termasuk dalam kelompok belajar kooperatif  di antaranya adalah penyelidikan kelompok, Jigsaw, Student Teams Achievement Divisions(STAD),Skrip kooperatif, pembelajaran berdasarkan masalah (problem based introduction), mencari pasangan (make a macth), debat, grup investigasi, kooperatif terpadu membaca dan menulis, dan lain-lain. Model-model belajar jenis ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya  berfokus pada penyelidikan terhadap suatu topik atau konsep, menyediakan kesempatan kepada siswa untuk membentuk atau memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bermakna mengenai topik yang sedang dipelajari, efektif membantu siswa untuk bekerja sama dalam kelompok dengan latar belakang berbeda baik dari segi ras, etnis, kemampuan, jenis kelamin, maupun status sosial, dan menyediakan suatu konteks sehingga siswa dapat belajar mengenai dirinya sendiri, orang lain, lingkungan, maupun kebudayaannya (Eggen & Kauchak, 1998:304).

Belajar kooperatif diyakini dapat meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya dalam mengapresiasi serta mengaitkan materi pelajaran dengan imtak, dan nilai-nilai sebagai upaya menyahuti kurikulum 2013 yang berbasis kompentensi dan kontekstual. Pembelajaran yang seperti ini dirasakan menarik, bervariasi, dan menyenangkan, serta bermakna bagi anak didik

DAFTAR BACAAN

Eggen, P.D & Kauchak, P.P. 1996. Strategis for Teachers: Teaching Content and Thinking Skils. Boston: Allyn & Bacon.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F. , M., dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Ibrahim, M & Nur, M. 2000. Pengajaran Berdasarkn Pemecahan Masalah. Surabaya: Unesa University Press.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F. , M., dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Johnson, D.W & Johnson, R.T. 1994. Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning, four adition. Massachusets: Allyn & Bacon.

Johnson, D.W & Johnson, R.T. 1994. Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning, four adition. Massachusets: Allyn & Bacon.

Kurikulum 2006. BSNP Jakarta,

Sakvin, R.E. 1995. Cooperative Learning, second adition. Massachusts, Boston: Allyn & Bacon.

Sakvin, R.E. 1995. Cooperative Learning, second adition. Massachusts, Boston: Allyn & Bacon.

 

Published in Artikel

Copyright © 2016 SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh. All Rights Reserved.