Twitter Slider
forex trading logo

Pada tahun 2010 SMA Negeri 1 Banda Aceh ditetapkan sebagai salah satu dari 132 sekolah model di Indonesia yang dianggap memenuhi syarat dan mampu mencapai 8 Standar Nasional Pendidikan.


Saturday, 03 May 2014 00:00

Reuni Akbar SMAN 1 Jeumpa Puteh 2014

Reuni 1

JP News|| Ketua Panitia Reuni Akbar SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh, Ir H Teuku Mufizar, menjelaskan bahwa dasar diadakan reuni akbar itu karena kevakuman kepengurusan alumni sepeninggal Bapak Mayjen Teuku Johan sehingga dianggap perlu untuk dibentuk struktur pengurus baru yang dapat menjalin suatu ikatan persaudaraan dari semua angkatan, mulai angkatan 60-an sampai 2000-an.

 

Kepala SMAN 1 Banda Aceh Khairurrazi SPd MPd menambahkan, Kegiatan reuni akbar ini dilakukan selama dua hari, yakni dari tanggal 2 dan 3 Mei 2014 dengan berbagai berbagai agenda kegiatan, seperti donor darah, kunjungan ke guru sepuh, saweu sikula dan diakhiri dengan pelantikan pengurus Ikatan Alumni SMAN 1 yang dilakukan di Anjong Mon Mata.Turut hadir pada kegiatan ini, Plh Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Bapak Ir. Azwar Abu Abubakar Menteri PAN dan RB yang juga alumni SMA 1, Ketua DPRK Banda Aceh Yudi Kurnia SE, Kadisdikpora Kota Banda Aceh Syaridin SPd MPd, para guru sepuh, dan ribuan alumni SMAN 1 dari tahun 1960 hingga angkatan 2012.

 

Dalam sambutannya Illiza memaparkan, "dengan jumlah alumni yang telah mencapai puluhan ribu yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan menempati berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan maupun swasta, tentunya para alumni SMA 1 memiliki potensi yang luar biasa untuk membantu Pemko Banda Aceh menegakkan syariat Islam secara kaffah sesuai dengan yang diamanahkan oleh Allah SWT".<dd>

 Reuni3Reuni4Reuni2

 

Published in Berita

pak khairurazi

Oleh,

Khairurrazi, S.Pd., M.Pd.

(Kepala SMAN 1 Banda Aceh)

 

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal itu dilakukan semata-mata untuk perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan karena KTSPdianggap belum dapat mencapai harapan yang diinginkan sehingga perlu adanyarevitalisasi kurikulum. Usaha tersebut mesti dilakukan demi menciptakan generasi masa depan berkarakter, yang memahami jati diri bangsanya dan menciptakan anak yang unggul, mampu bersaing di dunia internasional.  Hal lain yang ikut melatarbelakngi lahirnya kurikulum 2013 adalah standar proses pembelajaran yang belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru. Ditambah pula belum peka dan tanggapnya kurikulum yang ada terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupuninternasional. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangansoft skillsdanhard skills,kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum.

Hal itu menyebabkan hasil pembelajaran berbagai mata pelajaran selama ini pada umumnya didapati masih kurang memuaskan. Pembelajaran yang hanya sekadar berorientasi kepada ranah kognitif semata, kurang mengembangkan aspek imtak, intelektual, emosional, sosial, dan budaya. Kebanyakan kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru. Biasanya guru lebih banyak menghabiskan waktu untuk berceramah. Sebaliknya, kurang memberdayakan siswa agar aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Guru lebih mendominasi atau menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Selain itu, proses pembelajaran yang selama ini terjadi pada umumnya lebih bersifat individual dan kompetitif. Akhirnya, jawaban siswa yang relatif kurang berkualitas cenderung dianggap sebagai kemampuan yang maksimal dalam pembelajaran tersebut.

Pembelajaran secara individual dan kompetitif bukanlah pembelajaran yang tepat pada zaman sekarang. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya: (1) pengetahuan sekadar ditransfer dari guru kepada siswa, (2) siswa pada umumnya bersifat pasif, (3) guru menjadi satu-satunya sumber yang utama, (4) proses dan hasil belajar ditekankan pada kemajuan individu dan bersifat kompetitif, (5) di dalam kelas guru merupakan satu-satunya orang yang mengajar, (6) suasana kelas cenderung sepi, pasif, dan terisolasi, dan (7) guru menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan permasalahan di atas, jelaslah bahwa pembelajaran individual dan kompetitif  lebih berpusat pada guru kurang tepat diterapkan dewasa ini, karena tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat dan berdiskusi. Akibatnya pembelajaran tidak mampu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi serta mengaitkan materi dengan imtak, nilai-nilai, dan  berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari.

Pola pembelajaran yang bersifat individual dan kompetitif serta lepas kaitannya dari imtak, nilai-nilai, dan berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari, sudah saatnya ditinggalkan. Hal ini karena dalam pembelajaran pola ini menyebabkan siswa yang pandai semakin maju sementara siswa lemah semakin tertinggal. Tidak jarang pula siswa yang pandai cenderung menurun hasil belajarnya. Sementara itu, pembelajaran kompetitif membut siswa berusaha menjadi yang terbaik dengan harapan agar siswa yang lain tertinggal. Selain itu, pembelajaran terasa kurang bermakna karena tidak dikaitkan dengan imtak, nilai-nilai, dan berbagai kebutuhan hidup siswa sehari-hari yang menjadi sandaran pendidikan nasional.

Terkait dengan hal itu, Slavin  (1995:3) juga menengarai bahwa belajar individual dan kompetitif memiliki beberapa kelemahan, yaitu; kompetisi siswa kadang-kadang tidak sehat. Sebagai contoh jika seorang siswa menjawab pertanyaan guru, siswa yang lain berharap agar jawaban tersebut salah; siswa yang berkemampuan rendah akan kurang termotivasi; siswa berkemampuan sedang akan sulit untuk sukses dan semakin tertinggal; dan dapat membuat frustasi siswa lainnya.

Cooperative Learning Identik dengan Belajar Berkelompok

Akan halnya kurikulum 2013, ia berbasis kompetensi; berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal,memiliki minat luas mengenai hidup, memiliki kesiapan untuk bekerja, dan memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya.

Untuk itu, salah satu solusi memperbaiki kelemahan pembelajaran untuk meyahuti tantangan kurikulum 2013, adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Belajar kooperatif bukanlah suatu hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sebagai guru dan mungkin sebagai siswa, kita pernah menggunakannya atau mengalaminya. Sebagai contoh saat bekerja dalam laboratorium. Dalam belajar kooperatif, siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 atau 5 orang untuk bekerja sama dalam menguasai materi yang diberikan guru. Kelompok belajar kooperatif adalah kelompok yang dibentuk dengan tujuan untuk memaksimalkan belajar antara siswa. Setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab mereka terhadap kontribusi dalam usaha mencapai tujuan dan bantuan untuk anggota yang membutuhkan.

Pembelajaran dengan model kooperatif memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: 1) ilmu dapat diperoleh secara bersama-sama dalam kelompok, 2) setiap anggota kelompok belajar secara aktif, 3) guru bisa lebih aktif dengan peran sebagai model, sumber, konsultan, dan fasilitator 4) proses dan hasil pembelajaran ditekankan pada kerja sama dan kebersamaan, 5) setiap siswa berperan sebagai pengajar, 6) situasi pembelajaran menyenangkan, 7) setiap siswa bertanggung jawab terhadap kemajuan belajarnya sendiri dan kemajuan kelompoknya.

Keunggulan lainnya dari Pembelajaran model kooperatif adalah karena. Siswa akan memiliki tanggung jawab secara individual terhadap kemajuan belajarnya dan kemajuan kelompok.  Anggota kelompoknya akan bersifat hoterogen, yakni terdiri atas berbagai ras, etnis, agama, kemampuan, dan jenis kelamin. Ketua kelompoknya dapat berganti sesuai dengan kesepakatan kelompok, anggota kelompok saling memberi tanggapan. Pembelajaran dalam kelompok lebih berorientasi kepada proses. Guru berperan aktif mengarahkan siswa untuk menciptakan kelancaran proses untuk belajar keterampilan, Selain itu yang teramat penting adalah siswa bekerja sama dalam kelompok, saling membantu, dan mengalami secara langsung proses kerja sama dalam belajar.

                                                                                                                    

Banyak keuntungan kelebihan yang dapat diperoleh dari belajar kooperatif, di antaranya (1) dapat meningkatkan kemajuan belajar siswa, dan hasil belajar yang dicapai lebih tinggi dibandingkan dengan belajar individual dan kompetitif, (2) dapat meningkatkan daya pikir, memperoleh kedalaman tingkat pengetahuan, dan menciptakan kemampuan berpikir kritis, (3) mengembangkan sikap positif terhadap pelajaran, sekolah, dan pembelajaran secara umum, (4) lebih mementingkan tugas dan dapat menghilangkan sikap suka mengganggu teman, (5) dapat meningkatkan motivasi belajar, (6) mendorong siswa untuk memperhatikan orang lain, (7) dapat meningkatkan kemampuan bekerja dan menyelesaikan masalah secara bersama, (8) dapat mengembangkan rasa sosial, (9) menumbuhkan rasa penghargaan terhadap gaya belajar teman, (10) dapat menumbuhkan percaya diri dan rendah hati, dan (11) memberikan kesehatan jiwa, penyesuaian diri dan ketentraman belajar, serta (12) dapat meningkatkan keterampilan sosial dan hubungan antarpribadi( Eanes, 1997:135).

Model-model pembelajaran yang termasuk dalam kelompok belajar kooperatif  di antaranya adalah penyelidikan kelompok, Jigsaw, Student Teams Achievement Divisions(STAD),Skrip kooperatif, pembelajaran berdasarkan masalah (problem based introduction), mencari pasangan (make a macth), debat, grup investigasi, kooperatif terpadu membaca dan menulis, dan lain-lain. Model-model belajar jenis ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya  berfokus pada penyelidikan terhadap suatu topik atau konsep, menyediakan kesempatan kepada siswa untuk membentuk atau memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bermakna mengenai topik yang sedang dipelajari, efektif membantu siswa untuk bekerja sama dalam kelompok dengan latar belakang berbeda baik dari segi ras, etnis, kemampuan, jenis kelamin, maupun status sosial, dan menyediakan suatu konteks sehingga siswa dapat belajar mengenai dirinya sendiri, orang lain, lingkungan, maupun kebudayaannya (Eggen & Kauchak, 1998:304).

Belajar kooperatif diyakini dapat meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya dalam mengapresiasi serta mengaitkan materi pelajaran dengan imtak, dan nilai-nilai sebagai upaya menyahuti kurikulum 2013 yang berbasis kompentensi dan kontekstual. Pembelajaran yang seperti ini dirasakan menarik, bervariasi, dan menyenangkan, serta bermakna bagi anak didik

DAFTAR BACAAN

Eggen, P.D & Kauchak, P.P. 1996. Strategis for Teachers: Teaching Content and Thinking Skils. Boston: Allyn & Bacon.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F. , M., dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Ibrahim, M & Nur, M. 2000. Pengajaran Berdasarkn Pemecahan Masalah. Surabaya: Unesa University Press.

Ibrahim, M., Rachmadiarti, F. , M., dan Ismono. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Johnson, D.W & Johnson, R.T. 1994. Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning, four adition. Massachusets: Allyn & Bacon.

Johnson, D.W & Johnson, R.T. 1994. Learning Together and Alone: Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning, four adition. Massachusets: Allyn & Bacon.

Kurikulum 2006. BSNP Jakarta,

Sakvin, R.E. 1995. Cooperative Learning, second adition. Massachusts, Boston: Allyn & Bacon.

Sakvin, R.E. 1995. Cooperative Learning, second adition. Massachusts, Boston: Allyn & Bacon.

 

Published in Artikel
JADWAL PELAKSANAAN PPDB ONLINE 2014  
NO. KEGIATAN TANGAL PUKUL PELAKSANA
1.   Pendaftaran Offline      
   a. Pendaftaran 2 s.d. 7 Juni 2014 08.00 - 13.00 Panitia Sekolah
   b. Tes Tulis Akademik 9 s.d. 10 Juni 2014 08.00 - Selesai Panitia Sekolah
   c. Wawancara dan Tes Baca Al-Qur'an 10 s.d. 12 Juni 2014 08.00 - 13.00 Panitia Sekolah
         
2.  Pendataan (Pra-Pendaftaran) 1 s.d. 4 Juli 2014 08.00 - 13.00 Panitia Kota *
   Khusus Lulusan Luar Kota, Lulusan Tahun      
   Sebelum 2013/2014 dan Lulusan Paket B      
3.  Pendaftaran Online 1 s.d. 5 Juli 2014 08.00 - 13.00  Panitia Sekolah 
4.  Seleksi/Perangkingan 6 Juli 2014   Sistem Aplikasi
5.  Pengumuman 7 Juli 2014 16.00 Panitia Kota
6.  Pendaftaran Ulang/Lapor Diri 8 s.d. 12 Juli 2014 08.00 - 13.00 Panitia Sekolah 
7.  Hari Pertama Masuk Sekolah 14 Juli 2014    

* UPTD Tekkomdik

Published in Berita

Kunjungan SMKA-Rodziah

Sabtu,24 Mei 2014. siswi SMKA Rodziah,Telok Mas,Malaysia datang mengunjungi SMAN 1 Banda aceh. kunjungan ini dalam rangka study banding "pertukaran budaya dan pertandingan kokurikulum" kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar kedua bangsa. pimpinan sekolah SMKA Rodziah mengatakan bahwa, bangsa indonesia dan malaysia adalah serumpun, jadi di harapkan dari kunjugan ini, kita dapat megetahui budaya antar sesama kita.ujarnya.

dalam ini juga pihak SMAN 1 membuat beberapa pertandingan olahraga. diantaranya, Bakiak,Bola Voli,dan Kasti. pertandingan ini diikuti oleh,siswi malaysia,siswa/i SMAN 1,SMAN 11,dan SMA Aly Hasymi. kepala sekolah SMAN 1 Bpk.Khairurrazi,Spd.Mpd. juga mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar kita semua bersaudara baik sesama sekolah di banda aceh, maupun di sekolah negara lain. seperti tamu kita hari ini yang berasal dari malaysia. ungkapnya. 

seluruh siswa dan siswi SMAN 1 juga menyambut dengan antusias para tamu undangan, dengan menyungguhkan beberapa kegiatan, diantarnya Tarian Rapa'i Geleng, dan menyanyikan lagu "TANOH LON SAYANG" lagu daerah aceh.

Published in Berita

Kopsis 2014

JP News 16 Juni 2014-Berdasarkan sistem penjurian dan kriteria penilaian dengan mempertimbangkan aspek-aspek administrasi, keorganisasian, inovasi, kegiatan usaha, telah ditetapkan Koperasi Siswa (Kopsis) SMA Negeri 1 Banda Aceh dibawah bimbingan Dra. Dewi Darmayanti sebagai juara 1 Audisi Koperasi Siswa Tingkat SLTA se-Indonesia tahun 2014. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 10 s.d 13 Juni 2014 bertempat di Sentul Leadership Development Centre (SLDC) Sentul Bogor Jawa Barat.

 

Berikut hasil selengkapnya:
Juara 1 SMA Negeri 1 Banda Aceh
Juara 2 SMKN 2 Semarang Jawa Tengah
Juara 3 Koperasi Siswa SMKN 1 Pangkal Pinang Bangka Belitung
Juara Harapan 1 Koperasi Siswa SMKN 2 Buduran Sidoarjo Jawa Timur
Juara Harapan 2 Koperasi Siswa SMKN 1 Martapura Kalimantan Selatan

<dd>

Published in Berita
Monday, 04 August 2014 04:36

Masa Orientasi Siswa SMAN 1 Banda Aceh

 

mos

JP News. Banda Aceh. Senin, 4 Agustus 2014, seluruh peserta didik baru SMAN 1 Banda Aceh mengikuti kegiatan masa orientasi siswa (MOS). kegiatan ini dilaksanakan 3 hari, yakni, 4 s.d. 6 Agustus 2014. kegiatan ini di komandoi oleh osis angkatan 66 smansa jp. banyak kegiatan yang diikuti peserta didik baru, diantaranya : pengenalan dengan kakak dan abang leting, pengenalan peraturan yang berlaku di sman 1 banda aceh, dan kegiatan mendidik lainnya. diharapkna dari kegiatan mos ini siswa siswi baru dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan keluarga besar sman 1 banda aceh. 

 

 

siswa baru

 

Published in Berita

f181349452ba4bf6b6fe796a076fffaa corel-draw-x4

Memahami dalam penggunaan tool pada CorelDraw menjadi hal penting untuk menciptakan sebuah karya grafis. Untuk membuat objek dasar dapat menggunakan  Rectangle tool, Ellips tool, Polygon tool dan Basic Shape sedangkan untuk manipulasi objek bisa menggunakan Shape tool, dan Crop tool. 

Berikut ini adalah tugas bagi siswa/i SMAN1 Banda Aceh kelas XII  terkait memahami membuat objek dasar dan manipulasi objek pada CorelDraw X4. Silahkan Klik di sini !

Published in Pengumuman

smansa web poster1

Latar Belakang

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendorong masyarakat dunia untuk beralih dari era manual ke era digital. Salah satu indicator peralihan tersebut adalah penggunaan internet dalam berkomunikasi dan menyajikan informasi. Penggunaan internet secara global mencapai 3 miliar pengguna di seluruh dunia. Dua pertiganya berasal dari penduduk di negara-negara berkembang.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia. Dari jumlah pengguna internet tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun.

Masih terkait dengan penggunaan internet, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Mark Plus, melalui Program Indonesian Digital Scoety Award (IDSA), Kota Banda Aceh masuk 5 besar finalis kota yang masyarakatnya pengguna internet.Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Pemko Banda Aceh pada tahun 2010 lalu melalui deklarasi Banda Aceh Islamic Cyber City (BAICC).

Era digital yang melingkupi hampir sebagian besar aktivitas manusia saat ini di satu sisi memberikan dampak yang positif dalam produktifitas kinerja. Ibarat pisau bermata dua, digitalisasi tersebut juga berdampak negatif. Hal ini sangat mengkhawatirkan ketika berkenaan dengan penggunaan internet oleh pelajar.

Kemudahan akses informasi, konten materi pembelajaran dan konten sejenisnya, tentu hal yang positif. Namun, seiring dengan itu terbuka juga peluang terhadap akses konten negatif seperti pornografi.

Salah satu upaya untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut adalah dengan memperbanyak konten edukatif pada internet melalui website sekolah dan weblog. Website sekolah dapat dijadikan sebagai rujukan dan sarana belajar bagi siswa ketika mereka berada dalam dunia maya (internet).

Memaksimalkan pengisi konten pada website sekolah juga dalam upaya meningkatkan keunggulan bersaing sekolah. Karena melalui konsep e-learning siswa dapat mengakses konten pembelajaran kapanpun, dan dimanapun.

Dalam rangka itulah, pelatihan pengisian konten website sekolah dan OSIS menjadi relevan untuk dilaksanakan di SMAN 1 Banda Aceh.

 

Tujuan

1. Meningkatkan fungsi website sekolah sebagai kanal informasi pendidikan dan pembelajaran SMAN 1 bagi warga sekolah dan umum.

2. Meningkatkan partisipasi siswa dalam penggunaan TIK untuk pembelajaran.

3. Meningkatkan kreativitas dan kemampuan jurnalistik siswa melalui pengisian konten website.

4. Mengenalkan dunia web design pada siswa.

Peserta

Peserta pada pelatihan ini adalah siswa-siswi SMAN 1 Banda Aceh yang berjumlah 20 orang. Peserta pelatihan sekaligus akan menjadi kontributor website sekolah dan OSIS Banda Aceh.

 

Pelaksanaan

Pelatihan dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, pukul 14.30 s.d 17.00 bertempat di Laboratorium komputer SMAN 1 Banda Aceh.

Published in Pengumuman

JP News, Banda Aceh. Lomba pengembangan Bahan Ajar tingkat Guru SMA se Provinsi Aceh 2014 yang dilaksanakan oleh UPTD Balai Tekkom Aceh dimenangkan oleh Guru SMAN 1 Banda Aceh Bapak Iwan Doumy, S.Pd.

Pengumuman dan penyerahan hadiah dilaksanakan di Asrama Haji Banda Aceh pada hari Rabu (15/10). Lomba ini telah dimulai pada tanggal 8 Agustus s.d 10 Oktober 2014 dan penilaian juri dilaksanakan pada tanggal 11 s.d 13 Oktober 2014.Selain tingkat SMA sederajat, lomba ini juga dilaksanakan pada tingkat SMP dan SMK.

Kepala UPTD Balai Tekkom Aceh, Drs. Zulkarnaini menyatakan dalam sambutan pengumuman dan penganugrahan lomba diharapkan melalui even ini bisa memotivasi sekaligus menjaring tenaga-tenaga guru pengembang TIK di sekolah.

Download Lampiran Nama Pemenang Lomba

Published in Berita

JP News, Banda Aceh. SMAN1 Banda Aceh pada hari Sabtu (15/11) mengadakan pelatihan pengisian konten website sekolah yang diselenggarakan oleh Pengelola Website SMAN 1. Pelatihan yang dilaksanakan di ruang kelas XII IA 3 ini direncana akan berlangsung sebanyak 6 kali pertemuan  dengan jumlah peserta yang terbatas. 

Pelatihan ini diutamakan bagi siswa-siswi kelas X dan XI dan diharapkan setelah pelatihan peserta akan menjadi kontributor website SMAN 1. 

Darmadi, S.Pd sebagai salah admin website SMAN 1 mengungkapkan bahwa melalui pelatihan ini siswa-siswi bisa berkontribusi mengisi konten pendidikan sekaligus mengembangkan diri dalam bidang jurnalistik serta web desain. 

"website SMAN 1 yang beralamat http://sman1bandaaceh.net selain sebagai media informasi kegiatan sekolah juga dalam pengembangannya diarahkan sebagai sumber belajar bagi siswa-siswi SMAN 1", ungkap Darmadi di ruang kerjanya. [Iwan]

Published in Berita
« StartPrev123456NextEnd »
Page 4 of 6

Copyright © 2016 SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh. All Rights Reserved.