Twitter Slider
forex trading logo

Pada tahun 2010 SMA Negeri 1 Banda Aceh ditetapkan sebagai salah satu dari 132 sekolah model di Indonesia yang dianggap memenuhi syarat dan mampu mencapai 8 Standar Nasional Pendidikan.


Tuesday, 15 October 2013 00:00

Jeumpa Puteh Bertakbir

 MG 7440

Mobil Pawai Takbiran SMA Negeri 1 Banda Aceh

 

Senin 14 Oktober 2013. Siswa Jeumpa Puteh ikuti Pawai Obor dalam rangka peringatan Idul Adha 1434 H. Pawai takbiran tersebut dilepas oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah dari pelataran Mesjid Raya Baiturrahman.

 

 MG 7447

Siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh di Malam Takbiran

 

Semangat tanpa letih ditunjukan siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh di malam takbiran tersebut [MRA]

Published in Berita

smansa web poster1

Latar Belakang

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendorong masyarakat dunia untuk beralih dari era manual ke era digital. Salah satu indicator peralihan tersebut adalah penggunaan internet dalam berkomunikasi dan menyajikan informasi. Penggunaan internet secara global mencapai 3 miliar pengguna di seluruh dunia. Dua pertiganya berasal dari penduduk di negara-negara berkembang.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia. Dari jumlah pengguna internet tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun.

Masih terkait dengan penggunaan internet, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Mark Plus, melalui Program Indonesian Digital Scoety Award (IDSA), Kota Banda Aceh masuk 5 besar finalis kota yang masyarakatnya pengguna internet.Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Pemko Banda Aceh pada tahun 2010 lalu melalui deklarasi Banda Aceh Islamic Cyber City (BAICC).

Era digital yang melingkupi hampir sebagian besar aktivitas manusia saat ini di satu sisi memberikan dampak yang positif dalam produktifitas kinerja. Ibarat pisau bermata dua, digitalisasi tersebut juga berdampak negatif. Hal ini sangat mengkhawatirkan ketika berkenaan dengan penggunaan internet oleh pelajar.

Kemudahan akses informasi, konten materi pembelajaran dan konten sejenisnya, tentu hal yang positif. Namun, seiring dengan itu terbuka juga peluang terhadap akses konten negatif seperti pornografi.

Salah satu upaya untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut adalah dengan memperbanyak konten edukatif pada internet melalui website sekolah dan weblog. Website sekolah dapat dijadikan sebagai rujukan dan sarana belajar bagi siswa ketika mereka berada dalam dunia maya (internet).

Memaksimalkan pengisi konten pada website sekolah juga dalam upaya meningkatkan keunggulan bersaing sekolah. Karena melalui konsep e-learning siswa dapat mengakses konten pembelajaran kapanpun, dan dimanapun.

Dalam rangka itulah, pelatihan pengisian konten website sekolah dan OSIS menjadi relevan untuk dilaksanakan di SMAN 1 Banda Aceh.

 

Tujuan

1. Meningkatkan fungsi website sekolah sebagai kanal informasi pendidikan dan pembelajaran SMAN 1 bagi warga sekolah dan umum.

2. Meningkatkan partisipasi siswa dalam penggunaan TIK untuk pembelajaran.

3. Meningkatkan kreativitas dan kemampuan jurnalistik siswa melalui pengisian konten website.

4. Mengenalkan dunia web design pada siswa.

Peserta

Peserta pada pelatihan ini adalah siswa-siswi SMAN 1 Banda Aceh yang berjumlah 20 orang. Peserta pelatihan sekaligus akan menjadi kontributor website sekolah dan OSIS Banda Aceh.

 

Pelaksanaan

Pelatihan dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, pukul 14.30 s.d 17.00 bertempat di Laboratorium komputer SMAN 1 Banda Aceh.

Published in Pengumuman

Berikut ini adalah petikan wawancara melalui sosial media dengan M. Muhajir sebagai peserta Parlemen Remaja 2016 yang berasal dari SMA N 1 Banda Aceh.


Bisa dijelaskan secara singkat apa itu Parlemen Remaja yang Muhajir ikuti beberapa waktu lalu?
Muhajir: Parlemen Remaja 2016 adalah program yang dicanangkan pemerintah untuk memberikan pemahaman politik dan demokrasi kepada pelajar, sehingga kedepannya bisa menjadi generasi - generasi penerus bangsa yang lebih matang untuk duduk di parlemen. Untuk tahun 2016 dilaksanakan pada tanggal 7 s.d 11 November 2016.

Siapa saja yang mengikuti Parlemen Remaja 2016?
Muhajir: Parlemen Remaja 2016 ini diikuti oleh 136 orang Siswa SMA / SMK / Sederajat dari seluruh provinsi di Indonesia, setiap provinsi diwakilkan oleh 4 orang peserta.

Bisa Muhajir jelaskan bagaimana cara untuk mengikuti kegiatan ini?
Muhajir: Untuk mengikuti acara ini kita diseleksi dengan penilaian essai dan cv, jadi kita itu disuruh buat essai dengan tema "Peningkatan Hasil Pertanian Untuk Ketahanan Pangan Nasional", nah trus kita submit essai beserta riwayat prestasi dan organisasi kita di parlemenremaja.org.

Apa saja kegiatan yang ada dalam Parlemen Remaja?
Muhajir: Kegiatan di Parlemen Remaja 2016 ini dibagi di 4 tempat.
Di Wisma DPR RI, bogor. Kegiatannya Perkenalan dan briefing kegiatan ini, Dinamika Kelompok / Mengenal satu sama lain melalui macam macam permainan, Pembukaan Parlemen Remaja 2016 yang dibuka langsung oleh Fadli Zon, kemudian ada pemberian berbagai macam materi, briefing kunjungan kerja, latihan simulasi rapat komisi IV, latihan simulasi rapat paripurna.

Di Cianjur, kita kunjungan kerja. Kita terjun langsung ke lapangan untuk tanya jawab dengan petani dan peternak setempat. Dan ada juga tanya jawab di badan penelitian tanaman hias.

Di Gedung DPR itu kegiatannya, Upacara Hari Pahlawan bersama dengan anggota DPR RI, Tour Museum DPR RI dan Gedung DPR, Tour Pembukaan Simulasi Rapat, Simulasi rapat Komisi IV bagian legislasi dan bagian pengawasan, Simulasi Rapat Paripurna.
Di UI, ada sosialisasi tentang UI, dan tour singkat.


Bagaimana perasaan Muhajir ketika mengikuti kegiatan Parlemen Remaja?
Muhajir: Bagi saya ini merupakan sebuah pengalaman dan pelajaran hidup yang sangat berharga, bisa bertemu dengan orang - orang hebat, ke tempat - tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Selama acara Parlemen Remaja 2016 ini kita banyak bertemu dan tanya jawab dengan orang - orang hebat. Contohnya Wakil Ketua Bidang Polkam (Fadli Zon), Ketua DPR RI (Ade Komaruddin), Sekjen DPR RI, Kepala Badan Keahlian Moderator, Dirjen Hortikultura, Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian RI, dan lain lain.
Dan ada satu hal yang menurut saya sangat luar biasa dari para peserta, jadi setiap ada sesi interupsi atau tanya jawab, itu sekitar 70% pesertanya angkat tangan (mau bertanya).
Semoga juga bisa menjadi motivasi bagi yang lain.

Published in Bincang-Bincang
« StartPrev12NextEnd »
Page 2 of 2

Copyright © 2016 SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh. All Rights Reserved.