Twitter Slider
forex trading logo

SMA Negeri 1 Banda Aceh juga dikenal dengan SMA Jeumpa Puteh, diambil dari nama salah satu tanaman yang secara umum dikenal sebagai Cempaka Putih


Wednesday, 12 December 2012 04:57

TAFAKUR

Written by 
Rate this item
(0 votes)

 

" T E R T A W A "

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarangTertawa adalah kenikmatan yang dianugerahi Allah kepada hamba-Nya sebagai naluri dan fitrah manusia. Menurut para pakar kedokteran, tertawa merupakan suatu olahraga yang menyegarkan paru-paru, melancarkan peredaran darah dan kelenjar-kelenjar, serta menyegarkan seluruh anggota tubuh. Namun sayangnya, tidak semua manusia mengetahui dan memahami tertawa yang sehat dan disukai Allah. Mereka banyak terjebak pada tertawa yang mematikan hati dan dibenci Allah. Mari sama-sama kita tertawa, asalkan tertawa yang disukai Allah.*(cnas)

<Abdul Majid S:tertawa yang disukai-tertawa yang dibenci Allah:Gema Insani Jakarta>


Make-up

ALLAH TIDAK MELIHAT LAHIRIAHMU

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam: "Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa-rupa dan harta kalian,tapi Dia hanya melihat amal dan hati kalian." ( H.R. Muslim dan At-Tirmizi ).

Apabila seorang perempuan keluar rumah,mengapa wajahnya yang dihias (di-make-up), bukan punggung atau perut misalnya ? Salah satu jawabnya adalah  yang menjadi fokus pandangan manusia adalah wajah. Sementara fokus pandangan Allah bukanlah wajah atau lahiriah kita, melainkan hati kita. Mengapa kita tidak menghias hati kita untuk dipandang oleh Allah ?.
Ali Nurdin: Dosa yang menyebabkan masuk surga: Erlangga jakarta >


 

 

ASSESORIS PENGANTIN YANG MEMATIKAN


Muslim BridalMalam pengantin adalah impian semua anak manusia, baik pria maupun wanita. Pasalnya, peristiwa itu hanya terjadi sekali dalam hidupnya. Karena itulah, pada  malam pengantin mereka harus berpenampilan menarik dan cantik. Pada malam seperti ini, kebanyakan wanita cenderung berlebih-lebihan dalam berpenampilan, sehingga ia menganggap mampu mengalahkan pengantin sebelumnya.

Suatu ketika seorang pengantin wanita pergi ke sebuah salon. Ia meminta tatanan rambutnya dibuat lain dari yang lain. Kemudian siperias berjanji akan membuat penampilan rambutnya tampil beda dengan cara memasang assesoris rambut di kepalanya. Perlu diketahui bahwa assesoris rambut biasanya hanya terpajang di salon kecuali ada orang yang mau mengenakannya.

Setelah rambutnya ditata dan di make-up, ia masuk ke ruang pesta. Semua yang hadir tercengan melihatnya, ia merasa puas, sebab keinginannya telah terpenuhi. Ketika duduk di pelaminan, ia merasa sesuatu di atas kepalanya. Ada yang bertanya. Kenapa selama duduk di pelaminan, assesoris dan rambutnya bergerak-gerak?. setelah pesta perkawinan usai, belum sampai turun dari pelaminan, ia telah meninggal dunia.

Ketika di selidiki, ternyata assesoris yang ada di rambutnya telah menjadi sarang kalajengking beracun, ia menyengat bagian otak di kepalanya.

Himbauan: Kami anjurkan kepada gadis yang ingin menikah agar tidak berdandan secara berlebih-lebihan. Hendaklah ia menjadikan kejujuran sebagai make-upnya dan keimanan yang benar sebagai pakaiannya, ia juga harus konsisten dengan batasan-batasan agamanya.Islam memang menganjurkan berhias dan mencintai keindahan. Namun, jangan sampai berlebih-lebihan." ( cnas )
< AbdulM utthallib bin Hamad Ustman: Belajar dari Nasehat  & Kisah-kisah Sang Pengantin: Pustaka Qalami Jakarta >


 

OBAT GALAU MENURUT AJARAN ISLAM

GalauRasul pernah bersabda kepada umatnya, bahwasanya jika kita tengah dilanda kegelisahan, kegundahan dan kesedihan,'(galau), maka bacalah Al-Qur'an. Sebab ia adalah penyejuk hati, penentram jiwa dan cahaya bagi orang-orang yang membaca dan mengkajinya. Benarlah adanya sabda Rasulullah ini, maka sebagai vitamin-vitamin hati yang bisa menyehatkan qalbu bacalah ia setiap saat  sesudah shalat fardu, Insya Allah hati dan jiwa kita akan merasa tentram karenanya. Al-Qur'an adalah cahaya dan petunjuk ke jalan yang benar yang langsung dari Allah yang maha kaya. Kepada saudara-saudara yang saat ini sedang dilanda kegalauan,cepatlah kembali kepada Al-qur'an, hanya Al-Qur'anlah satu-satunya obat galau yang paling ampuh di bandingkan dengan obat-obat kimia lainnya.*(cnas).


 

ARTI SEBUAH  C I N T A

Cinta

Cinta adalah anugerah dari Allah yang indah bagi manusia. Tinta sang pujangga, filosif hingga ulama  tidak pernah kering untuk menuliskannya. Sepertinya kita akan terus mencari jawaban soal cinta. Meskipun sebenarnya, cinta tidak pernah menjauhi kita. Cinta tidak pernah berubah dari kodratnya sebagai anugerah yang indah. Kalau ada yang menderita karena cinta, dan tidak dapat mencicipi manisnya, perlu ditanyakan siap dan apanya yang salah..?

Mungkin kita yang salah. Karena kita tidak mampu menemukan hakikat cinta, atau tidak mampu memperlakukannya secara baik. Memang, kita harus terus belajar tentang cinta agar kita bisa mereguk manis madunya.

Cobalah dan terus mencoba. Nanti, kita pasti sampai kepada titik akhirnya. Tapi untuk menjaukau hakikat cinta, tidaklah dapat diraih segera dan mudah, tapi harus dengan keringat yang terus bersimbah. Dan itu semua untuk sebuah cinta. <Jon Hariadi: Mama izinkan aku jatu cinta: Elba jakarta >


 

 

DOKTOR KODOK

frogman

Keinginan,kemauan, dan bersedia untuk mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain sangatlah penting. Kesombongan dan ketakaburan itu sesungguhnya tidak disenangi oleh Tuhan yang maha Esa, Allah Swt. Mengapa mesti sombong dan takabur? Manusia memang memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki keterbatasan. Sesama manusia tidak perlu sombong dan takabur. Pepatah mengatakan, " Di atas langit masih ada langit''.

Kesombongan bisa menutupi cara berfikir rasional. Konon ada seorang '' doktor di bidang kodok". Karena keahliannya, dia mendapat predikat doktor kodok.Setiap berbicara tentang kodok, belum selesai seseorang bicara, dia sudah menghentikannya dan mengatakan" cukup, saya sudah tahu, tidak perlu saudara lanjutkan.'' Suatu hari, di acara praktikum bersama mahasiswa yang sedang meneliti kekuatan kaki kodok, ada sesorang mahasiswa yang bertanya pada teman mahasiswa lain, 'ada se ekor kodok yang sekali lompat mencapai 30 cm. Kalau kodok itu akan melewati sungai yang lebarnya 6 meter,berapa kali lompatan untuk sampai keseberang?''.

Mahasiswa yang ditanya baru coret-coret diatas kertas, si Doktor kodok dengan cepat dan tidak sabar menyahut, " Gampang, 20 kali!" para mahasiswa pun berpandang pandangan karena sahutan si Doktor kodok yang begitu cepat. Saat para mahasiswa melongo,tiba-tiba ada tukang bersih-bersih labotarium celutuk, ''salah Dok,kodok itu hanya melompat dua kali. Lompatan pertama, saat melompat kesungai. Lalu sikodok berenang menyeberangi sungai. Lompatan kedua, saat si kodok tiba diseberang sungai dan melompat kedarat....'' Ternyata si tukang bersih-bersih lebih rasional, tidak perlu tiori yang muluk-muluk dan gelar akademis. Si Doktor dan para mahasiswa pun melongo mendengar omongan si tukang bersih-bersih. Mereka tidak mengira orang kecil tersebut mendengarkan dan menjawab dengan logika yang rasional. seseorang yang tidak memiliki gelar akademis, bukan berarti tidak berharga.

Suatu pembelajaran baik bagi kita, pentingnya kemauan untuk bersedia mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, terutama anak buah. dengarkan baik-baik apa yang disampaikan anak buah walau mungkin kita sudah mengetahui, sebagai bentuk penghargaan kepada orang lain. Belum tentu pendapat anak buah tidak berharga. Di sinalah kita dituntut kesabaran dan kearifan. jangan bunuh anak buah dengan kesombongan dan ketakaburan gelar kepemimpinan kita. Hargailah anak buah. Tanpa anak buah sesungguhnya kita hanyalah...Tukang cukur. Pekerjaan sebagai bos, pembantu,pelaksana dan kasir ditangani sendiri.

Kesombongan adalah selendang-ku dan keagungan adalah jubah-ku. Karena itu, barang siapa mengambilnya dari-ku (berperilaku dengan ) salah satu dari keduanya. Aku akan mencampakkannya ke neraka. ( H.R.Abu Daud dari Abu Hurairah ra. ).

(Prijanto.Tuhan hilang mana kutahu?: Gramedia Pustaka Utama: Jakarta 2011)


 

CARA MENSUCIKAN DIRI SETELAH MELAKUKAN ZINA

(Kisah Sahabat Rasulullah)

RajamSuatu hari, Rasulullah sedang duduk di dalam masjid bersama para sahabat. Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang kemudian masuk ke dalam masjid. Dengan ketakutan, wanita tersebut mengaku kepada Rasulullah bahwa dia telah berzina. Mendengar hal itu, memerahlah wajah Rasulullah SAW seperti hampir meneteskan darah. Kemudian beliau bersabda kepadanya, Pergilah, hingga engkau melahirkan anakmu.

Sembilan bulan berlalu, wanita itu akhirnya melahirkan. Dihari pertama nifasnya, dia datang kembali membawa anaknya, dan berkata kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina. Rasulullah melihat kepada anak wanita tersebut, dan bersabda: Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku. Dengan sedih, wanita itu akhirnya kembali lagi kerumahnya.

Tiga tahun lebih berlalu, namun si wanita tetap tidak berubah pikiran. Dia datang kembali kepada Rasulullah untuk bertaubat. Dia berkata: Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!

Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir disana, Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga. Sesaat kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam. Setelah wanita tersebut meninggal, beliaupun menshalatinya. Melihat hal tersebut, umar Bin Khatab merasa sangat heran sekali. Beliau berkata: Engkau menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!.

Rasulullah kembali bersabda: Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, yang seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah? (HR. Ahmad)
(Sumber:
http://ahmadfarieds.blogspot.com)


 

HUKUM MELAKUKAN ONANI / MASTURBASI


Onani

Pertanyaan:

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Saya seorang pelajar muslim (selama ini) saya terjerat oleh kabiasaan onani/masturbasi. Saya diombang-ambingkan oleh dorongan hawa nafsu sampai berlebih-lebihan melakukannya. Akibatnya saya meninggalkan shalat dalam waktu yang lama. Saat ini, saya berusaha sekuat tenaga (untuk menghentikannya). Hanya saja, saya seringkali gagal. Terkadang setelah melakukan shalat witir di malam hari, pada saat tidur saya melakukannya. Apakah shalat yang saya kerjakan itu diterima ? Haruskah saya mengqadha shalat ? Lantas, apa hukum onani ? Perlu diketahui, saya melakukan onani biasanya setelah menonton televisi atau video.





Jawaban:

Onani/Masturbasi hukumnya haram dikarenakan merupakan istimta’ (meraih kesenangan/kenikmatan) dengan cara yang tidak Allah Subhanahu wa Ta’ala halalkan. Allah tidak membolehkan istimta’ dan penyaluran kenikmatan seksual kecuali pada istri atau budak wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Mu’minun 5-6 yang artinya:

"Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki”

Jadi, istimta’ apapun yang dilakukan bukan pada istri atau budak perempuan, maka tergolong bentuk kezaliman yang haram.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi petunjuk kepada para pemuda agar menikah untuk menghilangkan keliaran dan pengaruh negative syahwat.
Beliau besabda.

"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi tameng baginya”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kita petunjuk mematahkan (godaan) syahwat dan menjauhkan diri dari bahayanya dengan dua cara : berpuasa untuk yang tidak mampu menikah, dan menikah untuk yang mampu. Petunjuk beliau ini menunjukkan bahwa tidak ada cara ketiga yang para pemuda diperbolehkan menggunakannya untuk menghilangkan (godaan) syahwat. Dengan begitu, maka onani/masturbasi haram hukumnya sehingga tidak boleh dilakukan dalam kondisi apapun menurut jumhur ulama.


Wajib bagi anda untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak mengulangi kembali perbuatan seperti itu. Begitu pula, anda harus menjauhi hal-hal yang dapat mengobarkan syahwat anda, sebagaimana yang anda sebutkan bahwa anda menonton televisi dan video serta melihat acara-acara yang membangkitkan syahwat. Wajib bagi anda menjauhi acara-acara itu. Jangan memutar video atau televisi yang menampilkan acara-acara yang membangkitkan syahwat karena semua itu termasuk sebab-sebab yang mendatangkan keburukan.


Seorang muslim seyogyanya (senantiasa) menutup pintu-pintu keburukan untuk dirinya dan membuka pintu-pintu kebaikan. Segala sesuatu yang mendatangkan keburukan dan fitnah pada diri anda, hendaknya anda jauhi. Di antara sarana fitnah yang terbesar adalah film dan drama seri yang menampilkan perempuan-perempuan penggoda dan adegan-adegan yang membakar syahwat. Jadi anda wajib menjauhi semua itu dan memutus jalannya kepada anda.

<Sumber: http://www.wejangan.com/2013/05/hukum-melakukan-onanimasturbasi.html>


 

KISAH IMAM ALI - SANG AHLI MATEMATIKA

Matematika


Dua orang sehabat melakukan perjalanan bersama. Disuatu tempat, mereka berhenti untuk makan siang. Sambil duduk, mulailah masing-masing membuka bekalnya. Orang yang pertama membawa tiga potong roti, sedang orang yang kedua membawa lima potong roti.

Ketika keduanya telah siap untuk makan, tiba-tiba datang seorang musafir yang baru datang ini pun duduk bersama mereka.
“Mari, silakan, kita sedang bersiap-siap untuk makan siang,”kita salah seorang dari dua orang tadi.
“Aduh…saya tidak membawa bekal,” jawab musafir itu.
Maka mulailah mereka bertiga menyantap roti bersama-sama. Selesai makan, musafir tadi meletakkan uang delapan dirham di hadapan dua orang tersebut seraya berkata: “Biarkan uang ini sebagai pengganti roti yang aku makan tadi.” Belum lagi mendapat jawaban dari pemilik roti itu, si musafir telah minta diri untuk melanjutkan perjalanannya lebih dahulu.
Sepeninggal si musafir, dua orang sahabat itu pun mulai akan membagi uang yang diberikan.
“Baiklah, uang ini kita bagi saja,” kata si empunya lima roti.
“Aku setuju,”jawab sahabatnya.
“Karena aku membawa lima roti, maka aku mendapat lima dirham, sedang bagianmu adalah tiga dirham.
“Ah, mana bisa begitu. Karena dia tidak meninggalkan pesan apa-apa, maka kita bagi sama, masing-masing empat dirham.”
“Itu tidak adil. Aku membawa roti lebih banyak, maka aku mendapat bagian lebih banyak”
“Jangan begitu dong…”
Alhasil, kedua orang itu saling berbantah. Mereka tidak berhasil mencapai kesepakatan tentang pembagian tersebut. Maka, mereka bermaksud menghadap Imam Ali bin Abi Thalib r.a. untuk meminta pendapat.
Di hadapan Imam Ali, keduanya bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Imam Ali mendengarkannya dengan seksama. Setelah orang itu selesai berbicara, Imam Ali kemudian berkata kepada orang yang mempunyai tiga roti: “Terima sajalah pemberian sahabatmu yang tiga dirham itu!”
“Tidak! Aku tak mau menerimanya. Aku ingin mendapat penyelesaian yang seadil-adilnya, “Jawab orang itu.
“Kalau engkau bermaksud membaginya secara benar, maka bagianmu hanya satu dirham!” kata Imam Ali lagi.
“Hah…? Bagaimana engkau ini, kiranya.
Sahabatku ini akan memberikan tiga dirham dan aku menolaknya. Tetapi kini engkau berkata bahwa hak-ku hanya satu dirham?”
“Bukankah engkau menginginkan penyelesaian yang adil dan benar?”
“Ya”
“Kalau begitu, bagianmu adalah satu dirham!”
“Bagaimana bisa begitu?” Orang itu bertanya.
Imam Ali menggeser duduknya. Sejenak kemudian ia berkata:”Mari kita lihat. Engkau membawa tiga potong roti dan sahabatmu ini membawa lima potong roti.”
“Benar.”jawab keduanya.
“Kalian makan roti bertiga, dengan si musafir.”
‘Benar”
“Adakah kalian tahu, siapa yang makan lebih banyak?”
“Tidak.”
“Kalau begitu, kita anggap bahwa setiap orang makan dalam jumlah yang sama banyak.”
“Setuju, “jawab keduanya serempak.
“Roti kalian yang delapan potong itu, masing-masingnya kita bagi menjadi tiga bagian. Dengan demikian, kita mempunyai dua puluh empat potong roti, bukan?” tanya Imam Ali.
“Benar,”jawab keduanya.
“Masing-masing dari kalian makan sama banyak, sehingga setiap orang berarti telah makan sebanyak delapan potong, karena kalian bertiga.”
“Benar.”
“Nah…orang yang membawa lima roti, telah dipotong menjadi tiga bagian mempunyai lima belas potong roti, sedang yang membawa tiga roti berarti mempunyai sembilan potong setelah dibagi menjadi tiga bagian, bukankah begitu?”
“Benar, jawab keduanya, lagi-lagi dengan serempak.
“si empunya lima belas potong roti makan untuk dirinya delapan roti, sehingga ia mempunyai sisa tujuh potong lagi dan itu dimakan oleh musafir yang belakangan. Sedang si empunya sembilan potong roti, maka delapan potong untuk dirinya, sedang yang satu potong di makan oleh musafir tersebut. Dengan begitu, si musafir pun tepat makan delapan potong roti sebagaimana kalian berdua, bukan?”
Kedua orang yang dari tadi menyimak keterangan Imam Ali, tampak sedang mencerna ucapan Imam Ali tersebut. Sejenak kemudian mereka berkata:”Benar, kami mengerti.”
“Nah, uang yang diberikan oleh di musafir adalah delapan dirham, berarti tujuh dirham untuk si empunya lima roti sebab si musafir makan tujuh potong roti miliknya, dan satu dirham untuk si empunya tiga roti, sebab si musafir hanya makan satu potong roti dari milik orang itu”
“Alhamdulillah…Allahu Akbar,” kedua orang itu berucap hampir bersamaan. Mereka sangat mengagumi cara Imam Ali menyelesaikan masalah tersebut, sekaligus mengagumi dan mengakui keluasan ilmunya.
“Demi Allah, kini aku puas dan rela. Aku tidak akan mengambil lebih dari hak-ku, yakni satu dirham,” kata orang yang mengadukan hal tersebut, yakni si empunya tiga roti.
Kedua orang yang mengadu itu pun sama-sama merasa puas. Mereka berbahagia, karena mereka berhasil mendapatkan pemecahan secara benar, dan mendapat tambahan ilmu yang sangat berharga dari Imam Ali bin Abi Thalib as.

Info: http://www.balaghah.net


"Anak Soleh dan Kedua Orang Tuanya"


Sebuah kisah inspiratif dari seorang pemuda yang soleh pada zaman nabi Musa AS yang berbakti kepada kedua orang tuanya..,

Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang bisa berbicara dengan Allah SWT setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan berbicara dengan Allah. Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah keistimewaan Nabi Musa yang tidak ada pada nabi-nabi lain. Suatu hari Nabi Musa bertanya kepada Allah. “Ya Allah, siapakah orang di surga nanti yang akan bersama denganku?”.

Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapatkan jawaban, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mencari tempat itu. Setelah beberapa hari perjalanan, akhirnya Nabi Musa sampai ke tempat yang dimaksud.
Dengan pertolongan beberapa orang penduduk, beliau berhasil bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.

Tuan rumah itu tidak melayani Nabi Musa. Dia masuk ke dalam kamar dan melakukan sesuatu di dalam. Beberapa saat kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu dirawatnya dengan baik. Nabi Musa terkejut melihatnya. “Apa yang terjadi?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan.

Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk dan dicium kemudian diantar kembali ke dalam kamar. Tidak lama kemudian dia keluar lagi dengan membawa seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta dicium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudian diantar kembali ke dalam kamar.

Selesai itu barulah dia melayani Nabi Musa. “Wahai saudara! Apa agamamu?”. “Aku agama Tauhid”, jawab pemuda itu yaitu agama Islam. “Terus, mengapa kamu memelihara babi? Kita tidak boleh berbuat itu.” Kata Nabi Musa.

“Wahai tuan hamba”, kata pemuda itu. “Sebenarnya kedua babi itu adalah kedua orang tuaku. Karena mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah mengubah wajah mereka menjadi babi yang buruk rupa. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajibanku sebagai anak. Setiap hari aku berbakti kepada kedua orang tuaku seperti yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun wajah mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.”, sambungnya.

“Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampuni. Aku memohon supaya Allah mengembalikan wajah mereka menjadi manusia yang sebenarnya, tetapi Allah masih belum mengabulkannya.”, tambah pemuda itu lagi.

Maka seketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. ‘Wahai Musa, inilah orang yang akan ber di Surga nanti, karena dia sangat berbakti kepada kedua orang tuanya. Meskipun orang tuanya sudah berwajah buruk menjadi babi, dia tetap berbakti. Oleh karena itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak shaleh disisi Kami.”

Allah berfirman lagi yang artinya : “Karena dia berada di maqam anak yang shaleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua orang tuanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam surga.”

Itu berkat anak yang shaleh. Doa anak yang shaleh dapat menebus dosa orang tuanya yang awal mulanya akan dimasukkan ke dalam neraka akhirnya dipindahkan ke surga. Ini adalah syarat berbakti kepada orang tuanya. Walaupun wajah ibu dan ayahnya seperti babi. Mudah-mudahan orang tua kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.

Seburuk apa pun kedua orang tua kita itu bukan urusan kita, urusan kita adalah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa.

Sebanyak apa pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita adalah meminta ampun kepada Allah SWT supaya kedua orang tua kita diampuni Allah SWT.
Doa anak yang shaleh akan membantu kedua orang tua untuk mendapatkan tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para orang tua di alam kubur.

Arti sayang seorang anak kepada ibu dan ayahnya bukan melalui uang, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibu ayah adalah dengan doa supaya kedua ibu ayah mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah.

Sumber: http://www.jurukunci.net/2012/04/kisah-inspiratif-anak-soleh-dan-kedua.html


 

 

Read 6354 times Last modified on Wednesday, 11 September 2013 07:32

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.


Copyright © 2016 SMA Negeri 1 Jeumpa Puteh Banda Aceh. All Rights Reserved.